Berbagai Prosedur
Residence Card (Zairyuu Card) – Kartu Registrasi untuk Warga Asing yang Tinggal di Jepang
Setelah tiba di bandara dan menyerahkan Certificate of Eligibility, paspor, dan visa saat pemeriksaan imigrasi, akan diberikan “Residence Card (Zairyuu Card)”. Kartu ini diberikan kepada warga asing yang akan tinggal di Jepang dalam jangka menengah atau panjang.
Jika ingin bekerja paruh waktu, silakan ajukan "Application for Permission to Engage in Activity Other Than That Permitted under the Status of Residence Previously Granted" (Formulir Permohonan Izin Kegiatan di Luar Status Tinggal yang Diizinkan) saat pemeriksaan imigrasi.
Selama tinggal di Jepang, tidak diwajibkan membawa paspor setiap saat, namun wajib membawa Residence Card (Zairyuu Card) setiap saat. Pelajar dengan visa kunjungan sementara tidak memiliki Residence Card (Zairyuu Card), jadi harus selalu membawa paspor.
Setelah menerima Residence Card (Zairyuu Card), harus melapor alamat tempat tinggal ke kantor pemerintah kota tempat ditinggali. Prosedur ini harus dilakukan dalam waktu 14 hari setelah kedatangan di Jepang.
Asuransi Kesehatan Nasional
Setelah melapor alamat, harus segera mendaftar Asuransi Kesehatan Nasional (Kokumin Kenko Hoken). Dengan bergabung dalam asuransi ini, pelajar asing juga dapat menerima kompensasi medis seperti halnya warga Jepang.
Untuk informasi lebih lanjut tentang Asuransi Kesehatan Nasional, klik di sini.
Perpanjangan Masa Tinggal
Jika ingin melanjutkan studi melebihi masa tinggal yang diberikan saat masuk Jepang, perlu mengajukan permohonan perpanjangan masa tinggal ke imigrasi. Permohonan ini dapat diajukan mulai sekitar 3 bulan sebelum masa tinggal berakhir.
Kerja Paruh Waktu (Izin Kegiatan di Luar Status Tinggal)
Pelajar dengan status tinggal “Belajar” dapat bekerja paruh waktu maksimal 28 jam per minggu. Selama libur panjang sekolah, dapat bekerja hingga 40 jam per minggu sesuai periode yang ditentukan. Untuk ini, perlu menyerahkan surat keterangan dari sekolah ke tempat kerja paruh waktu. Jika ada kemungkinan jam kerja melebihi 28 jam per minggu, termasuk saat libur panjang, sangat penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan sekolah.
Izin Kegiatan di Luar Status Tinggal hanya berlaku bagi pelajar dengan status tinggal “Belajar” yang terdaftar di sekolah dan aktif menghadiri pelajaran. Disarankan untuk mengajukan permohonan izin ini di bandara saat tiba di Jepang agar dapat langsung diberikan. Oleh karena itu, silakan serahkan formulir permohonan izin ini kepada petugas imigrasi di bandara. Jika tidak mengajukannya di bandara, permohonan dapat diajukan ke kantor imigrasi setelahnya, namun prosesnya bisa memakan waktu sekitar satu bulan. Untuk permohonan setelah tiba di Jepang, silakan berkonsultasi dengan staf sekolah.
Jika bekerja paruh waktu tanpa izin atau melebihi batas waktu yang ditentukan, hal tersebut melanggar ketentuan izin tinggal, sehingga tidak dapat melanjutkan studi di Jepang.
Klik di sini untuk informasi lengkap tentang kerja paruh waktu.
Membuka Rekening Bank di Jepang
Setelah tiba di Jepang, sangat disarankan untuk membuka rekening bank. Rekening bank diperlukan dalam berbagai situasi, seperti saat bekerja paruh waktu, memperpanjang visa, mengirim atau menerima uang dari negara asal, serta saat menerima beasiswa.
Di Akamonkai, ada orientasi pembukaan rekening bank segera setelah masuk sekolah. Kecuali Japan Post Bank, sebagian besar bank perkotaan tidak mengizinkan pembuatan rekening bagi pemegang visa pelajar yang baru datang kurang dari 6 bulan atau visa kunjungan sementara. Namun, pelajar Akamonkai dapat membuka rekening melalui bantuan sekolah.
*Saat pulang ke negara asal secara permanen, pastikan untuk mengosongkan saldo rekening dan menutup rekening bank tersebut.
*Residence Card (Zairyuu Card) , kartu asuransi, buku tabungan, dan kartu ATM tidak boleh dipinjamkan atau diserahkan kepada orang lain dalam keadaan apa pun. Jika diberikan kepada pihak lain dan disalahgunakan oleh organisasi kriminal, dapat dianggap sebagai komplotan dan dikenai hukuman berat.
Membeli Ponsel (HP) di Jepang
Saat mencari pekerjaan di Jepang, perlu memiliki nomor telepon sendiri. Selain itu, dalam berbagai urusan administrasi yang diperlukan untuk tinggal di Jepang, diminta untuk mencantumkan nomor kontak, sehingga memiliki ponsel sangatlah praktis.
Cara mendapatkan nomor telepon berbeda tergantung pada lama masa tinggal di Jepang.
Di perusahaan grup Akamonkai, Human Power membantu pembelian ponsel bagi pelajar dalam berbagai bahasa seperti Mandarin, Korea, Vietnam, Mongolia, dan Inggris. Meskipun tidak bisa berbahasa Jepang, tetap bisa membeli ponsel dengan tenang dan aman.
Tiket Kereta Komuter dengan Diskon Pelajar
Untuk menghemat biaya transportasi, tiket kereta komuter sangat praktis. Tiket ini dapat digunakan tanpa batasan jumlah perjalanan untuk rute antara stasiun terdekat dari tempat tinggal ke stasiun terdekat dari sekolah (yaitu Stasiun Nippori, Nishi-Nippori, atau Mikawashima).
Karena Akamonkai adalah yayasan pendidikan, pelajar pemegang visa pelajar dapat membeli tiket kereta komuter dengan diskon pelajar.
*Tiket kereta komuter tidak boleh dipinjamkan atau diberikan kepada orang lain dalam kondisi apa pun.
